TKS#35 THE LOST BOY


Pada acara Pasar Jongkok (PARJO) Otomotif beberapa minggu lalu, kami memajang Thelostboy (TLB) ini di stand kami. Belum 'completed bike' pada saat itu karena jadwal akhir pengerjaan motor ini melewati tanggal event PARJO saat itu.  Tentu yang mampir ke stand kami saat itu bertanya-tanya, seperti apa hasil akhirnya nanti?..Well, ini lah sosok lengkap TLB! Setelah rampung event PARJO kami langsung fokus pada pengerjaan motor ini.

Bergenre Street Tracker sesuai permintaan sang pemilik yang bernama Reuben Marindra. "Hasil akhirnya sesuai harapan gue bro, simpel dan berkelas. Dari sisi proporsional, gue seneng karena menurut gue motor itu harus enak diliat dari 3 dimensi," ujar pria bertubuh tinggi ini. Maksudnya 3 dimensi yakni, enak diliat saat motor di foto, diparkir dan saat ditunggangi.

Secara menyeluruh, ubahan Yamaha Scorpio lansiran 2009 ini mengandalkan tangki berbahan aluminium. Sedang untuk  spatbor belakang, mengandalkan plat galvanil setebal 1,5 mm yang dibiarkan raw alias plat mentah. Sedang untuk kaki-kaki, pilihan lingkar roda jatuh pada sepasang ban merek Avon ukuran 4.00-18 dipadu pelek aluminium ukuran 2,5 inci. Sokbreker depan mengandalkan bawaan yamaha Byson yang mmiliki tabung dan as sok lebih besar dibanding bawaan Scorpio. Sedang untuk kaki belakang memakai lengan ayun dngan model twin sok, yang notabennya melengserkan model monoshock yang bawaan asli Scorpio.

Selebihnya, beberapa part aftermarket yang juga tersedia pada blog store Thekatroshop, kami pasang. Seperti lampu sein Bullet berlapis nekel, knalpot Megatron stainless, lampu Stop Bulat, grip gas Retro, saklar lampu, dan lampu depan Autopal. "Untuk kedepannya, gue udah siapin project Kawasaki Binter yang nantinya bakal gue jadiin hadiah untuk bokap gue," tutup pria yang tiap hari mondar-mandir Pamulang-Gunung Sahari memakai motor ini.









HELMET FOR SALE, SOON!

Bagi kami, sebuah karya seni itu gak selalu tentang hasil akhirnya. Ada hal lain yang membuat itu pantas disebut sebuah karya yang mengandung nilai seni, yakni sebuah proses. Ini tentang bagaimana karya itu dibuat dan diperlakukan sebelum akhirnya menjadi sesuatu yang bernilai lebih (itu jugalah yang menjadi alasan mengapa blog ini isinya gak melulu memajang hasil karya kami yang sudah jadi, namun lebih banyak prosesnya).

Nah melanjutkan progress Atenx dalam pengerjaan helm kemarin, kali ini proses pengerjaan menyita waktu lebih lama. Memasuki tahap masking, grafis, shading dan pernis. Dan ya, trims buat Donny HL atas ilmu grafis sisik ikannya :). Tahap selanjutnya, memasang lis helm dan busa bagian dalam yang kami modifikasi memakai bahan kulit. Karena untuk dijual, helm yang Atenx garap ini merupakan helm baru. So, tunggu update berikutnya untuk foto full produknya!
T-Shirt by : Saint and Sinners





PROGRESS SCORPIO

Salah satu klien kami mengrimkan pesan lewat BBM. Isinya cukup jelas, yakni update progress motor tayang di blog kami. So, berikut beberapa aktifitas yang terekam beberapa hari belakangan. Salah satunya, saat proses pemasangan knalpot model Megatron Stainless baru ini. Rencananya, sabtu minggu ini besutan berkelir hitam Doff ini pulang ke garasi sang pemilik. So , tetap update untuk melihat hasil kahirnya nanti!




TRACKER DONI

Lanjut pada progress Tracker Doni, kali ini fokus pada pembuatan dudukan papan surfing. Yups, surfing rack jadi spesial order dari sang pemilik. Desain kontruksi kami buat sesederhana mungkin, agar proses bongkar pasang dapat dilakukan dengan mudah. Bukan pekerjaan yang terlalu rumit mengingat sebelumnya kami pernah mengerjakan hal serupa di motor Scorpio

Ditambah sedikit 'bocoran' dari kreasi-kreasi rumah modifikasi DEUS yang banyak pengalaman masalah pembuatan surfing rack ini. Selesai pembuatan brecket untuk surfing rack, Atenx lanjut pada project sampingan, yakni proses masking helm. Dan sesi akhir, fitting sokbreker depan baru untuk pembuatan segitiga custom untuk project Yamaha TW Scrambler.





MEDIA

Bagi kami, memiliki kesenangan tersendiri apabila hasil kreasi kami diliput oleh media online lokal maupun internasional. Nah berikut ini ada beberapa media online yang kami maksud...

Trims berat kepada : Chris Hunter (BIKEEXIF) dan LangitAwan (MotorExpertz).



TKS#29 GOES TO U.G

   Salah satu membr kami, Sebastian melakukan solo riding mnggunakan TKS#29 (belum kami update dalam blog) dari Jakarta ke Ujung Gentng, Jabar. Perjalanan dimulai pukul 05.00 WIB subuh dan sampai pada pukul 14.00 WIB. Total perjalanan yakni 9 jam, namun efektif yakni 8 jam karena 1 jam perjalanan Mister Sebastian ini nyasar. Maklum, baru pertama kali ke Ujung Genteng dan hanya mengandalkan GPS standar Smart Phone.
   "Tracker style is so prefect for these potholed bumpy roads. Was going pretty fast and except for Bogor, no traffic. I can't believe i drove out of my garage in the morning, and in the evening I was already surfing. Awesome!!," ujar pria berkebangsaan Jerman ini. Oke Sebastian, happy surfing!


Photo By: Sebastian